Cleaning service – Cerita Seks Bebas

On June 19th, 2013 by admin | No Comments | Posted in Umum

Peluang kadang-kadang datangnya tidak bisa diduga. Aku sudah lebih dari 10 tahun bekerja di kantor ini, tapi baru saja aku menemukan peluang yang sama sekali tidak aku sangka. Ceritanya begini. Sejak anakku masuk SMP, aku terpaksa mengantar sendiri dia kesekolah pagi-pagi. Sekolahnya lumayan jauh dari rumah, berjarak sekitar 45 menit. Aku setiap hari harus bangun pagi sekali agar aku bisa sampai ke sekolah anakku sekitar jam 7 kurang 10, karena sekolah dimulai jam 7 tepat. Dari mengantar sekolah aku tidak mungkin lagi kembali ke rumah, karena aku harus sampai di kantor jam 9. Jarak sekolah dengan kantorku sekitar 10 menit perjalanan. Jadi setiap pagi aku sudah berada di kantor jam 7 pagi. Kantorku menempati gedung bertingkat. Setiap aku sampai kantor, yang pertama aku lakukan adalah buang air kecil. Kebiasaanku setiap hari meminum air putih sekitar 1,5 liter pada saat menjelang berangkat dari rumah, sehingga sesampai di kantor aku sangat tersesak kencing. Ini aku lakukan merupakan terapi air putih untuk kesehatan.

Sering kali ketika aku akan kencing, wc sedang dibersihkan oleh petugas cleaning service. Biasanya aku tahan sebentar sambil menunggu wc rampung dibersihkan. Masalahnya yang membersihkan petugas cleaning servicenya adalah cewek, jadi aku agak segan juga. Suatu hari aku sudah sangat tersesak kencing. Rasanya menunggu Yani, begitu nama petugas cleaning service, merampung kerjanya tidak mungkin. Aku akhirnya menerobos saja lalu membuka celana dan langsung

Flora ria di Kubang Buaya – 7 – Cerita Seks Bebas

On June 19th, 2013 by admin | No Comments | Posted in Umum

Kali ini N sudah selesai menghadapi perperiksaan MCEnya. Dia libur-libur lagi di rumah emak angkatnya, Hasnah (56tahun). Wanita ini amat aktif dalam bidang politik. Justeru itu beliau jarang ada di rumah. Masanya dihabis-kan dengan kegiatan tersebut.

Sekali pandang usianya bukan pangkal 5. Paling minim pangkal 4. Awet muda. Segak dan kemas. Tubuhnya nampak tidak luntur. Orangnya rendah, berisi dan baik hati. Sering pakai gelang emas yang banyak serta rantai leher emas yang tebal. Jarang bermakeup sebab memiliki kecantikan yang asli.

Pada tahap usia yang sedemikian, Hasnah masih segar bugar. Aktif dan menjaga, merawat tubuhnya dengan baik. Barangkali sudah menopause dan syahwatnya mungkin sudah layu. Namun dia tetap cantik dan anggun. Sedari muda, professionnya seorang guru, dia memang aktif berpolitik dan melakukan kerja-kerja amal dan kebajikan. Semangatnya untuk berbakti amatlah kuat. Maka sehingga ke usia tua ini dia masih terus berbakti sehingga dia mendapat pingat PJK anugerah dari Kerajaan Negeri.

Hasnah, Mak angkat N sering bersama dengan Puan Nijah. Mereka ini kawan akrab. Kamceng benar sebab sama-sama aktif dalam kerja-kerja amal, kebajikan dan politik. Kiranya Puan Nijah ini adalah anak didik Hasnah.

Puan Nijah (38tahun) adalah seorang suri rumahtangga. Namun suaminya seorang ahli perniagaan yang terkenal juga di bandar ini. Mereka memiliki beberapa buah perniagaan. Justeru itu Puan Nijah mempunyai banyak masa untuk melakukan kerja-kerja

Seks Bebas: Pijat dan ngeseks dengan pembantu – 3

On June 18th, 2013 by admin | No Comments | Posted in Umum

“Mau”kan kamu mijit Bapak lagi ? Pegal2 nih kan udah seminggu”?
“Bisa Pak, jam berapa Bapak pulang ?
“Sekarang”?
“Baik Pak, tapi saya mau mandi dulu”?

Agak lama aku menunggu di depan pintu baru Tini membukanya.”Maaf Pak, tadi baru mandi ” Kata Tini tergopoh-gopoh. Ah, penisku mulai bergerak naik. Tini mengenakan daster yang basah di beberapa bagian danjelas sekali bentuk bulat buah kembarnya sebagai tanda dia tak memakai BH. Mungkin buru-buru.”Engga apa-apa. Bisa mulai ?

“Bisa pak” saya ganti baju dulu”? Hampir saja aku bilang, engga usah, kamu gitu aja. Untung tak jadi, ketahuan banget ada maksud lain selain minta pijit. Aku masuk kamar dan segera bertelanjang bulat. Terbawa suasana, penisku udah tegak berdiri. Kututup dengan belitan handuk. Pintu diketok. Tini masuk. Mengenakan rok terusan berbunga kecil warna kuning cerah, agak ketat, agak pendek di atas lutut, berkancing di depan tengah sampai ke bawah, membuatnya makin tampak bersinar. Warna roknya sesuai benar dengan bersih kulitnya. Dada itu kelihatan makin menonjol saja. Penisku berdenyut.”Siap Tin”?”Ya pak”?Dengan hanya berbalut handuk, aku rebah ke tempat tidur, tengkurap. Tini mulai dengan memencet telapak kakiku. Ini mungkin urutan yang benar. Cara memijat tubuhku bagian belakang sama seperti pijatan pertama minggu lalu, kecuali waktu mau memijat pantat, Tini melepaskan

Older Posts »