Iis.. Gairah Kembang Desa

Posted on

Cerita Sex Gairah berjudul ” Iis.. Gairah Kembang Desa  ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,.Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2017.

Cerita Sex Panas – Kebiasan dihari raya yg selalu gw nanti-nantikan adalah pulang kampong dengan membawa segenap keberhasilan hasil kerja siang malam dari kota metropolitan, berupa lembaran-lembaran rupiah dan tentunya mobil yg bisa dipamerkan disebuah kampung yang jauh dari hikuk pikuk perkotaan. Walaupun mobil gw bukan mobil mewah, tapi sudah cukup untuk cewek-cewek kembang desa melirik nakal ke arah gw yg walau tampang gak begitu cakep, tapi berpakain rapi, necis, ber mobil, baknya orang kaya raya (padahal kalau di kota sih biasa-biasa aja, he he…).

Iis.. Gairah Kembang Desa

Cerita Sex Terbaru
Ada kembang desa yg gw incer sebenarnya, yaitu anak lurah, namanya Iis. Iis ini berperawakan bohay, kulit sawo mateng, rambut panjang lurus, dadanya cukup montok dan menantang. Entah kebetulan atau tidak, pada hari ketiga setelah lebaran, gw ada urusan dengan pak Lurah untuk mengurus pembelian Sawah, hingga gw pada malam itu terpaksa harus datang ke rumahnya Pak Lurah. Waktu itu, Iis ada dirumah dan dia yang membukakan pintu.

“Pak lurah ada Neng?”, “ada A, mangga kalebet, masuk, silahkan duduk, tunggu sebentar ya, Bapak masih di kamar mandi”, “ari Neng putrana pak Lurah? Saha namina?” “ abdi Iis, Aa saha namina”, “Abdi Dody”, gak ada salahnya gw kenalan aja, padahal gw sebenarnya udah pada tahu dari temen2 gw sebelumnya. Setelah basa-basi tersebut, Iis kembali ke dalam rumah meninggalkan gw. Gak berselang lama dia kembali dengan membawa dua gelas air minum, dan 3 toples kue-kue.

“Mangga a di leueut…sa aya-aya weh nya…” dengan logat sundanya. Gw hanya bengong aja, ketika melihat belahan dadanya sedikit menyembul dari balik bajunya, maklum dia sedikit membungkuk ketika menghidangkan gelas dan toples kuenya. Terus terang ada sedikit yg berontak dibalik celana dalem gw, kont*l gw man… bergerak. Tapi gw tahan aja.. karena gw fikir, gw harus mendapatkan ini anak, walaupun gw tahu kayknya gak segampang yg gw kira.

Gw coba berusaha akrab dengan menanyakan berbagai hal, termasuk sekolahnya, keadaan di kampung, dan sebagainya, sampai akhirnya obrolan kita terhenti karena pak Lurah sudah selesai mandinya. Gw lanjut dengan obrolan dengan Pak Lurah, menyelesaikan surat-surat yang diperlukan untuk pengurusan sertifikat Sawah gw yang baru gw beli.

Pertemuan berikutnya dengan Iis ketika gw pulang selepas dari berziarah. Iis malah yang menyapa gw duluan, waktu mobil gw hampir menabrak segerombolan cewek-cewek yang berjalan beriringan. “Eh A dody, dari mana A”, “Iis…dari makam”, Gw pinggirin mobil, dan parkir disitu. Rupanya disitu pangkalan tukang bakso favorit di kampung kami.

Ya udah akhirnya gw dengan terpaksa mentraktrir Iis makan bakso, bersama dengan kelima temen-temennya. Walaupun kantong gw sedikit berkurang, namun, pendekatan gw ama Iis semakin lancar saja. Malah gw bisa ngajakin Iis dan temen-temennya untuk pergi rekreasi ke sebuah curug (air terjun), tapi keesokan harinya, karena hari itu mereka sibuk bersilaturahmi.

Keesokan harinya, seperti rencana semula berangkat pukul 8 pagi. Gw bareng temen gw,sebut saja Andi, sedangkan Iis bersama temennya sebutlah namanya Rani. Jadi kami berempat saja di mobil gw. Tadinya Iis mengajak 3 orang temennya, tapi entah karena mungkin ada keperluan lain, mereka gak jadi ikut.

Iis memakai tanktop ketat warna merah dilapisi jaket jeans, serasi dengan celana jeans birunya yg juga ketat. Sedangkan Rani walau dandanannya agak-agak kelihatan udik, tetapi menurut gw kelihatan gadis manis yang seksi. Andi duduk disamping gw, sedangkan Iis dan Rani duduk di jok belakangnya. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya kami ngobrol kesana kemari, diselingi dengan bercanda-canda, dan ketawa ketiwi, maklum Andi temen gw ini senang humor. Sudah sekitar puluhan topik humor Andi keluarkan, tidak lupa juga humor-humor jorok.

Sampai di Curug yang kita tuju sekitar jam 10an. Masih gak banyak orang yang datang, hanya terlihat beberapa pasang muda-mudi yang asik main air disekitar Curug. Tanpa dikomandoi, Andi yang sudah gw briefing sebelum berangkat supaya meninggalkan gw dan Iis berdua, pergi bersama Rani, entah kemana, yg jelas gw kini bisa asik berduaan dengan Iis menikmati pemandangan di sekitar curug.

Sambil duduk2 dipinggiran bukit kecil, pandangan kita menjelajah ke arah gunung-gunung, perbukitan dan hamparan kebun teh, dan diselingi sawah-sawah yang menghijau.
“Ko masih dingin aja ya A, padahal Iis udah pake jaket,” sambil Iis mendekatkan diri ke bahu kanan gw. “Is.. sini A peluk aja ya…”, “Ih.. Aa nakal deh..,” tapi gak melepaskan tangan gw yang sudah merangkul bahunya, untuk lebih merapatkan tubuhnya di dada gw”, Sambil gw usap-usap bahunya, kemudian gw usap rambutnya, dan gw beranikan diri untuk mengecup keningnya. Iis hanya memandang gw, gak tahu maknanya apa. Tapi dia tersenyum, pertanda dia pun tidak melarangnya.

Gw coba selusupkan tangan gw ke balik jaketnya, belum berani ke balik tanktopnya, gw coba raih gundukan toketnya. Gw usap-usap pelan… dan sedikit gw pilin-pilin putingnya, lalu gw remas. Iis diam saja, malah terlihat seperti menikmati permainan tangan gw di toketnya. Nafas Iis mulai kelihatan engga normal, gak terasa tangannya Iis sudah dipaha gw, terus merayap naik ke arah tonjolan kont*l gw, lalu diusap-usapnya dengan lembut, menambah semakin tegangnya kont*l gw.

Kalau tadi tangan gw hanya mainin diluar tanktopnya, sekarang tangan gw dah menyelusup ke balik tanktop dan sretttt.. bhnya gw lepas talinya, sehingga sekarang tangan gw bebas lepas mencengkram toketnya yg super kenyalll. Tangan gw satunya pun gak ingin gw anggurin begitu saja, tetapi gw selusupkan ke dlaam celana dalamnay Iis.

Iis pun tak kalah.. tangannya sudah mengocok pelan kont*l gw. Entah berapa lama kita bermain saling meraba alat vital masing-masing.. sampe akhirnya Iis kelihatan kelojotan karena memeknya gw sodok2 dengan jari jemari gw. Karena kont*l gw gak kunjung muncrattt… gw suruh Iis untuk mem-BJ kont*l. gw. Gak berapa lama, kont*l gw pun muncrattt, air maninya langsung diseruput Iis gak bersisa..wuih… segernya… sesegar pemandangan alam yg terhampar dihadapan kami berdua.

Sepulang dari rekreasi di Curug, setelah mengantar Andi dan Rani ke desa gw, gw ajakin Iis untuk melanjutkan pertempuran yg lebih seru disebuah motel dipinggiran kota. Ternyata dibalik keluguan seorang gadis desa, Iis menyimpan keliaran yang luar biasa. Walaupun istilah-istilah dalam dunia sex blm dia kuasai, tapi permainannya sungguh diluar dugaan. Mulai dari missionary, WOT, MOT, doggy, 69, semuanya gw perkenalkan dan Iis mengimbanginya dan sangat menikmatinya.

Sungguh setelah gw sekarang di kota pun, terus terang gw sangat merindukan Iis… mungkinkah gw sekarang telah jatuh cinta pada Iis?

“Ohhhhh Iss… ento…ttttttt… enakkkkkkk Iss…. Eweeeeee gw….. memkkkkkk kamu legit bangetssssss…. Upssspppppppppppppppppsss.. ahkkkkkk enakkkkk nikmattttttt Isss…”
“Kont.. aa enakkkkss panjang dan gede…… jangan dilepasss.. terus dorong…. Enjottttt A… Iis enakkk bangetss nikmatsss….Eweeeee terus Iis A… Ento…ttttt terus A…”

Kata-kata yg selalu terngiang-ngiang di mimpi-mimpi basah gw…..

Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Dewasa,Cerita Mesum,Cerita Hot,Cerita Seks,Kisah Seks,Kisah Panas,Cerita Skandal Seks,Cerita Sex Tante,Cerita Sex ABG,Cerita Sex SPG,Cerita Sex Perkosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *